Efek bom ke bursa IHSG hanya sementara

Teror kembali mengguncang Jakarta | PT Kontak Perkasa Futures

PT Kontak Perkasa Futures

Hal ini ditambah fundamental Indonesia yang terus membaik. Indonesia baru saja mendapatkan peringkat investment grade dari Standard and Poors (S&P). Menurut Hans, sentimen S&P akan lebih kuat mendorong IHSG dibandingkan dengan serangan terorisme.

Pendapat Taye juga setali tiga uang. Ia menilai, investor akan mempertimbangkan fundamental Indonesia yang saat ini terus membaik. Dalam jangka panjang, investor akan fokus terhadap hal ini.

Hans memperkirakan, IHSG pada perdagangan hari ini akan bergerak konsolidasi menguat dengan support 5.672-5.630 dan resistance 5.730-5.777.

Awalnya pasar memang sedikit cemas. Namun hal itu tidak akan berlangsung lama, sehingga pasar kembali menguat. Menurut Hans, pasar menyadari aksi terorisme tidak hanya terjadi di Indonesia, namun juga di belahan dunia lainnya.

Apalagi, aksi terorisme diyakini tidak akan mempengaruhi perekonomian Indonesia. “Asing kelihatannya tidak terpengaruh bom tersebut. Setelah pelajaran panjang kita dan polisi yang terbukti lebih tangguh, kemungkinan dana asing keluar kecil sekali,” tutur Hans.

Sementara, Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee menilai, teror bom Kampung Melayu tak akan mempengaruhi pasar saham. Ini lantaran investor, termasuk pemodal asing, pernah merasakan kejadian serupa dalam beberapa tahun terakhir.

Secara historikal, aksi teror bom memang ikut mempengaruhi perdagangan saham di pasar domestik. Meski begitu, pada aksi teror di Sarinah awal 2016 lalu, efeknya ke bursa hanya sesaat. Demikian pula dengan aksi bom Bali 1, 2 dan Hotel JW Marriot, di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hanya turun dalam jangka pendek. Bila dirata-ratakan, dampak aksi pengeboman itu berlangsung tiga hari.

Dampak yang lebih terasa adalah pada aksi pengeboman tahun 2000 di lapangan parkir Bursa Efek Jakarta (BEJ). Kala itu, pasar saham langsung turun drastis dan cenderung membaik setelah tujuh hari.

Teror kembali mengguncang Jakarta. Kali ini, ledakan yang diduga berasal dari aksi bom bunuh diri terjadi di kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada Rabu (24/5). Aksi teror itu menyebabkan empat orang meninggal dunia dan 11 lainnya luka-luka.

Efek teror bom diprediksi akan merembet ke pasar saham Indonesia, pada transaksi hari ini (26/5). Namun, efeknya hanya sesaat. “Investor asing mungkin wait and see, tapi tidak lama,” ungkap Taye Shim, Kepala Riset Mirae Asset Sekuritas kepada KONTAN, Kamis (25/5).

IHSG Menguat Ditopang Saham Infrastruktur | PT Kontak Perkasa Futures

Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi menjelaskan, IHSG bergerak di zona merah pada perdagangan Rabu kemarin. Tidak ada sentimen yang cukup besar yang mampu menggerakkan bursa. “Investor dipaksa menunggu data inflasi di awal bulan depan,” jelas dia, Jumat (26/5/2017).

Oleh karena itu, gerak IHSG cenderung dipengaruhi oleh sentimen global. Penurunan peringkat kredit China oleh Moody’s Investor Service membawa tekanan negatif pada bursa Asia termasuk di Indonesia.

Untuk perdagangan hari ini, Lanjar memperkirakan IHSG masih akan bergerak campuran dengan kecenderungan menguat dengan kisaran 5.673 hingga 5.746.

Secara sektoral, sektor saham yang menguat dan melemah seimbang. Pelemahan terbesar pada sektor saham barang konsumsi yang turun 0,16 persen, sektor konstruksi melemah 0,08 persen. Sementara sektorn saham infrastruktur paling moncer dengan kenaikan 1,05 persen.

Saham-saham yang berada di zona hijau antara lain AHAP yang naik 10,53 ke Rp 210. Saham AGRS yang naik 8,72 persen ke angka Rp 450. Saham RODA yang naik 4,97 persen ke Rp 169.

Sedangkan saham-saham yang berada di zona merah antara lain ADMF turun 6,86 persen 4,23 persen ke Rp 2720 dan WICO melemah 2,97 persen ke 496.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 5.721,61 dan terendah 5.708,45. Ada sebanyak 74 saham menguat dan mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 41 saham melemah sehingga menekan indeks dan 93 saham lainnya diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 8.305 kali dengan volume perdagangan 272,5 perdagangan saham Rp 263,2 miliar. Investor asing melakukan aksi beli Rp 29,19 miliar di pasar reguler. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 13.287.

Indeks saham LQ45 naik 0,39 persen ke level 956,92. Sebagian besar indeks saham acuan kompak menguat.

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada pembukaan perdagangan saham Jumat pekan ini. Penguatan laju IHSG ditopang saham sektor infrastruktur.

Pada pembukaan perdagangan saham, Rabu (24/5/2017), IHSG naik 8,5 poin atau 0,16 persen ke level 5716,75.

IHSG Sesi Pagi Menguat, Bursa Utama Asia Mixed | PT Kontak Perkasa Futures

 

Di sisi lain seperti dilansir CNBC, saham di Asia bergerak variatif setelah produsen minyak utama dunia sepakat memperpanjang kebijakan pemotongan produksi dengan tambahan sembilan bulan. Indeks Nikkei Jepang melemah pagi ini sebesar 0,34% atau setara dengan 66,51 poin menjadi 19.746,62.

Indeks Kospi di Korea Selatan justru melompat 11,03 poin atau 0,47% ke posisi 2.353,96, untuk mengiringi pasar saham di daratan China yang cenderung mendatar. Tercatat Hang Seng juga menghijau dengan tambahan 11,28 poin ke level 25.642,06.

Komposit Shanghai yang sempat menyusut di awal perdagangan kembali menguat menjadi 3.118,4685 atau bertambah 10,64 yang setara dengan 0,34%, sementara komposit Shenzhen mendatar 0,078%.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) meningkat Rp1.425 menjadi Rp75.025, PT Astra International Tbk (ASII) bertambah Rp25 ke level Rp8.750 dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) naik Rp25 menjadi Rp6.550.

Sementara, beberapa saham yang melemah adalah PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (ADMF) jatuh Rp625 ke level Rp6.300, PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) berkurang Rp275 menjadi Rp14,725 serta PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) menyusut Rp100 menjadi Rp8.700.

Sektor saham dalam negeri pada perdagangan akhir pekan, Jumat (26/5/2017) hampir semuanya berada dalam jalur positif. Tercatat 107 saham naik, 64 turun dan 110 stagnan dalam pembukaan perdagangan hari ini.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp646 miliar dengan 961 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing mencapai Rp44,86 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp372,9 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp417,8 miliar.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini menguat, meski sebelumnya terjadi teror bom di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur yang menewaskan tiga orang dan membuat puluhan orang terluka. Bursa saham Tanah Air pagi ini naik 10,50 poin yang setara dengan 0,18% menjadi 5.713,929.

Sebelumnya pada perdagangan tengah pekan kemarin sebelum libur, IHSG berakhir melemah dalam tiga hari beruntun. Pasar saham dalam negeri berakhir ke level 5.703,43 usai kehilangan 27,18 poin atau 0,47% di tengah penguatan mayoritas bursa saham Asia.

 

 

Kontak Perkasa Futures

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s